Showing posts with label Jangan Bersedih. Show all posts
Showing posts with label Jangan Bersedih. Show all posts

23 October 2012

sebuah harapan

           Saat ini aku merasa seperti berada di pinggiran jurang... Aku melihat seseorang di sebrang sana telah tergantung ,menarik akar-akar pohon, dan hampir terjatuh. Aku ingin sekali menolongnya, namun apa yang dapat ku lakukan? aku jauh darinya, aku tak mempunyai apa-apa untuk dapat menariknya kembali ke atas. Bila ku paksakan untuk menolongnya, maka itu justru akan menjadi bumerang bagiku. Bukan dia yang ikut naik bersamaku, tapi justru mungkin aku nanti akan ikut terjatuh. Tapi,,,, aku pun tak bisa bila hanya terdiam menyaksikannya terjatuh perlahan demi perlahan. Karena itu sama saja aku membunuh orang itu. Aku tak bisa berbuat apa-apa.. What should I do?

            Mungkin aku yang berada di satu sisi bersebrangan dengan dia, tidak dapat berbuat apa-apa untuk menolongmu. Meskipun miris rasanya hati ini melihat keterpurukanmu, setiap harinya mengeluh atas hal yang tidak seharusnya kau keluhkan. Namun apalah daya, aku hanya seorang manusia dengan segala keterbatasan.

            Aku memang tak bisa menghampirimu, lalu mengulurkan tanganku untukmu. Tapi aku yakin aku bisa meminta kepada Rabb ku untuk meminta pertolongan-Nya untukmu. Karena hanya kepada-Nya lah sebaik-baik tempatku meminta pertolongan.

            Aku berharap, cahaya itu segera datang kepadamu. Memberikanmu secercah penerangan yang dapat membangkitkan lagi kekuatanmu yang mulai redup. Lalu kau bangkit!!!

HAMASAH!!! TETAP SEMANGAT!!! GANBATTE KUDASAI!!! MAN JADDA W JADA!!! ALLAHU AKBAR!!!

03 June 2011

Kutipan Cerpen

        Itu berkaitan dengan harga diri seseorang memang harus menghadapimu dengan martabat dan harga diri supaya kamu tidak menganggapnya sampah. Apalagi mencintai dan dicintai adalah masalah bagiku. Karena apapun yang kau dapat harus selalu kau bayar, baik secara tunai ataupun kredit. Dunia ini persis pasar, ya kan? Apapun harus ada transaksi yang jelas. Kalau tidak kamu menjadi pencuri. Hukuman bagi pencuri itu sudah jelas. Jika ada empat orang saksi, kamu sudah pantas tidak memiliki tangan lagi. Tapi sampai saat ini aku belum juga pantas untuk seseorang yang mencuri kepolosan hati.

        Setelah bertemu denganmu aku tidak polos lagi, tapi aku tidak bisa menuduhmu mencuri. Tidak ada bukti. Hanya Tuhan saja yang tahu bagaimana kamu menarik hatiku hingga aku tidak memilikinya lagi.
Orang yang tidak memiliki hati tentu dia bukan manusia lagi. Tapi, entahlah. Setelah hatiku kau curi, aku malah lebih manusiawi.

Aku sedang membangun mimpi megenai suatu negri ketika kamu datang.

Sumber : Cerpen “Sebenarnya Aku Mencintaimu Hanya Saja Aku Tidak Mengatakannya”

19 April 2011

La Tahzan (Allah tidak akan pernah meninggalkanmu)

Selalulah untuk berpikir positif terhadap Penciptamu..
Percayalah segala sesuatu yang diberikan itu pasti terbaik untukmu..
Allah tidak akan meninggalkan kamu sendirian...

Ketika kamu berkata "Aku tidak bisa memecahkan masalah itu"
Allah akan berkata "Aku akan menunjukkan jalanmu"

Ketika kamu berkata "Itu sangat tidak mungkin"
Allah akan berkata "Segala sesuatu adalah mungkin"

Ketika kamu berkata "Aku merasa sendiri"
Allah akan berkata "Tidak akan pernah Aku meninggalkanmu. Tidak akan pernah Aku membiarkanmu"

Ketika kamu berkata "Aku tidak dapat melakukan itu"
Allah akan berkata "Aku dapat melakukan segalanya melalui orang yang memberikan kamu kekuatan"

Ketika kamu berkata "Aku tidak pantas untuk dimaafkan"
Allah akan berkata "Aku memaafkanmu"

Ketika kamu berkata "Aku takut"
Allah akan berkata "Jangan takut, Aku bersamamu. Aku akan menguatkanmu dan menolongmu"

Ketika kamu berkata "Aku lelah"
Allah akan berkata "Datanglah kepada-Ku. Dan aku akan membiarkanmu beristirahat."

Ketika kamu berkata "Tidak ada seseorangpun yang sungguh-sungguh mencintaiku"
Allah akan berkata "Aku mencintaimu"

Ketika kamu berkata "Aku tidak tahu harus pergi kemana"
Allah akan berkata "Aku akan menunjukkan jalanmu"

Ketika kamu berkata "Jalan apa yang Allah miliki untukku?"
Allah akan berkata "Ambillah jalan Islam"

Dan apabila kamu ingin mengetahui bagaimana cara Allah menjawab semua itu. bacalah Al-Qur'an!!

La tahzan Inallaha Ma'ana.. :)

18 April 2011

Tulisan : Cinta dan Nafsu

Ktika cinta datang.
Sulit dibedakan anatara cinta dan nafsu..
Bila aku jatuh cinta, aku tidak ingin nafsu mengikutinya..
Jika cinta menyakiti ku. Aku tak ingin nafsu yang mempeloporiku..

Ya nafsu.. Ya cinta.. Kapan waktunya kalian tak berjumpa..
Ya cinta.. Aku ingin jatuh cinta tanpa mmbawa nafsu..

Tidak ada semangat untuk berpikir positif..
Bagaimana jika aku teteskan barang setetes saja air mata..
Walaupun aku sendri tak tahu apa penyebab pasti..

Bergejolak.. Saling melawan hatiku berkata iya..
Tapi aku tak bsa mengikutinya..

Cukup kuatkah pengalamanku ku jadikan sebagai alasan untuk aku trauma dengan cinta..?

Perang batin yang ku rasa saat ini.
Jika orang bertanya mengapa.
Pasti aku tak akan sanggup menjawabnya..

Lalu bagaimana..
Ya Allah yang maha membolak-balikkan hati manusia..
Jagalah hati hamba selalu..

Robbanaa walaa tuhammilnaa maalaato qotalanaa bih..

Wa'fuanna..Waghfirlana.. warhamna..

02 April 2011

Ketika Hati Telah Bicara

Assalamualaikum

Saya seorang siswi yang sering menggunakan hari-hari untuk besama pacar saya (sebut saja fulan). Kemana-mana kami selalu bersama. Dimana saya ada fulan pun selalu ada. Kalo orang bilang kami couple banget. Pacar saya itu baik, dia selalu bisa mengerti saya, dia mau menuruti segala kemauan saya, tetapi dia manja, dan mudah tersinggung. Yah namanya juga manusia.. Demikian dengan saya. Emosional, manja (nahlo, manja + manja=???) dan saya jarang mengerti dia.

Ketika itu saya sudah mengetahui memang tentang hukum pacaran dalam Islam. Namun belum merasuk dan belum tertanam di benak saya untuk ‘tidak pacaran’. Saya masih menyepelekannya. Saya masih bodoh, saya menganggap pacaran itu hal kecil yang apabila saling bersentuhan saling bertatapan dosanya itu bisa dihapus hanya dengan menggunakan air wudhu. Karena dosa kecil itu dapat terhapus dengan air wudhu.

Namun wow.. saya salah besar. Allah S.W.T tidak dapat ditipu. Ya memang dosa tersebut terhapus. Namun ternyata ada dosa tersendiri lagi yaitu, dosa karena mempermainkan hukum Allah. Mengapa demikian? ya karena Dosa itu saya lakukan dengan sengaja. Kalo orang bilang sih tobat sambel yang cuman sesaat. Hari ini enggak, tetapi besok seperti itu lagi. :D

Dari situ saya berfikir, merenung, dan terus berfikir. Akhirnya kata-kata "tidak ada istilah pacaran dalam islam sebelum mengucapkan akad" itu merasuk ke hati saya. Saya bertaubat, saya menyadari kesalahan-kesalahan yang telah lalu (Semoga Allah S.W.T mengampuni kami). Saya menangis dalam doa, merasa malu sungguh sangat malu. Karena saya ini adalah seseorang yang tidak tahu diri terhadap Tuhannya. Tidak mensyukuri nikmat Tuhannya. Naudzubillah min dzalik..

Terlebih lagi ketika saya mengenal seseorang (sebut saja akhi) yang saya anggap bisa saya jadikan sebagai motivator untuk menguatkan keinginan saya tersebut. Mengapa demikian? Karena Akhi ini saya bilang fanatik, kuat agamanya imannya teguh, Ia ramah terhadap siapapun. Dan Ia selalu menasihati saya untuk tidak zuhud, namun harus mengutamakan Allah dan Rasulullah.

Selepas dari beban itu, saya bersyukur karena Allah masih membuka hati saya. Allah masih memberi Hidayah-Nya. Namun satu lagi masalah yang harus saya hadapi. Bagaimana dengan Fulan? Apakah dia akan bisa mengerti? Apakah dia akan bisa menerima komitment hidup saya yang baru untuk ‘tidak berpacaran’? Bagaimana saya harus menjelaskannya? Bagaimana saya bisa membuat ia mengerti? Ya Allah,,,, berilah hambamu ini jalan keluar yang mudah untuk ditempuh. Bukakanlah hatinya agar bisa mengerti keadaanku kini. Ya Allah sesungguhnya engkau adalah sebaik-baik Dzat yang mengetahui kegelisahan hati hamba-hambanya..

Lalu kemudian saya coba untuk berbicara dengan Fulan. Dan ternyata apa yang saya pikir benar. Dia memang belum bisa menerima karena ia belum bisa mengerti. Yah okelah, saya maklumi karena itu tadi saya pernah mengalami hal yang serupa. Mengetahui tentang hukumnya, namun belum merasuk ke dalam hati saya.

Masa-masa penyesuaian itu memang berat. Entah Fulan memandang saya seperti apa. Saya tahu ia sakit hati karena keputusan itu. Mungkin ia beranggapan lain. Mungkin ia beranggapan, saya memutuskan hubungan kami karena ada seseorang yang dekat dengan saya (Akhi). Dan mungkin ia beranggapan bahwa saya sudah tidak menyayanginya. (whatever you are) :D

Ingin saya menuliskan surat untuk Fulan ‘Ya Fulan, andaikan engkau tahu. Saya melakukan itu semua semata-mata hanya karena Allah Ta’ala. Bukan karena kehadiran akhi atau tidak cinta lagi. Ya Fulan, seandainya engkau berada di posisiku sekarang. Engkau pasti merasakan hal yang sama. Kebingungan dan rasa bersalah selalu ada saat ini. Ya Fulan, andaikan kita jodoh mau kemanapun aku jauh darimu, aku pasti menjadi halal untukmu. Ya Fulan, aku sungguh berharap pengertianmu.’ Namun cukup saja aku lampirkan dalam tuisanku ini.

Oh iya saya ingat satu perkataan dari akhi ‘Bila suka dengan seseorangn jangan terlalu, nantinya kalau ditinggal menyesalnya bukan main. Bila benci dengan seseorang jangan terlalu, nanti sukanya bukan main’. Dan satu nasihat yang selalu ia katakan ‘renungilah lalu kerjakan, dan pikirkanlah lalukatakan’.

Kali kedua saya berbicara lagi mengenai hal ini kepada Fulan. Ia sudah agak mengerti namun ia menagih janji. Saya bingung, janji apa? Apa yang saya ucapkan kepadanya?... ternyata waktu itu saya pernah berkata kepadanya “Apabila kamu mau, tunggu aku 9 tahun mendatang”. Ia menganggap ucapan itu adalah janji. Ya Allah, apa yang harus hamba perbuat? Hamba bingung. Ya Allah sesungguhnya engkau adalah sebaik-baik Dzat yang mengetahui kegelisahan hati hamba-hambanya..

Saya masih terlarut dalam masalah tersebut. Sesendukan saya menangis di pelukan ibu. Ibu tahu masalah saya (itulah enaknya bila kita bisa terbuka dan jujur kepada ibu). Ia hanya berkata padaku satu kalimat namun begitu mempengaruhi hatiku. Ia bilang ‘Menangislah apabila itu dapat sedikit meringankan bebanmu’ ... Mendengar kata-kata itu sungguh hati saya menjadi tenang. Ibu juga berkata kepada saya ‘masalah itu tidak usah terlalu dipikirkan’ Ya ibu benar. Urusan saya masih banyak yang lain.

Seiring berjalannya waktu, saya mencoba mencari kesibukan tanpa memikirkan Fulan. Saya menekuni bisnis yang sedang saya jalani. Dan saya juga menyibukkan diri dengan belajar karena memang sedang ujian. Alhamdulillah dengan kesibukkan tersebut, saya kini tidak terlalu memikirkan masalah dengan Fulan. Dan Alhamdulillah kini Fulan sudah bisa mengerti dan menerima, walaupun kini masih dalam proses penyesuaian. Tapi saya bahagia, karena Fulan sedikit demi sedikit sudah mulai bisa bahagia tanpa saya. Tapi yang saya rasa kami justru semakin jauh. Bagus ia menganggap saya sebagai sahabatnya, tetapi seorang sahabat itu tidak terus menjauh...


---------------------------------------------
Terima kasih saya ucapkan kepada Allah S.W.T yang telah memeberikan jalan hidup yang begitu indah untuk saya, membawa saya menuju kedewasaan akan masalah tersebut, dan masih banyak hal yang Allah S.W.T berikan kepada saya yang tak mungkin bisa saya sebutkan satu peratu. Terima kasih untuk Ibuku tercinta yang selalu mau menodorkn bahunya untuk tempatku menangis, yang tak ada batas sabarnya menghadapi sikapku, dsb. Terima kasih untuk Fulan yang telah bisa mengerti akan mauku, walau mungkin susah untuk ku terima. Terima kasih untuk Akhi dan sahabat-sahabatku yang selalu mendukungku untuk dapat hijrah, dan membangun motivasi hidupku.. Terima Kasih Banyak...



Dari pengalaman saya ini, saya mendapat pelajaran:

· Jangan suka menyepelekan hal-hal kecil.

· Kita sebagai manusia harus hati-hati dengan janji. Karena janji harus dipertanggungjawabkan kelak di akhirat.

· Terbuka dan jujur kepada orang tua itu akan mempermudah masalah kita... Habluminannas

· Dalam memberikan pengertian akan suatu hal kepada seseorang itu haruslah lemah lembut dan penuh dengan kesabaran.

· Bila kagum dengan seseorang jangan terlalu hhe



Wassalamualaikum Wr.Wb.

11 Maret 2011

10:50 Pagi

By : Rachma Syafitri